Selasa, 13 Januari 2009

PEMETAAN SUMBER DAYA LAHAN

Oleh :

Ulung Pamungkas

Program Studi Teknik Pertanian

Jurusan Teknologi Pertanian

Universitas Sriwijaya

Pendahuluan

Sumber daya didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan manfaat. Sedangkan lahan diartikan sebagai bagian dari bentang alam (lanscape) yang fisik yang meliputi pengertian lingkungan fisik seperti tanah, iklim, topografi/relief, hidrologi dan vegetasi alami (natural vegetation) dimana secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan.(www.petalahan.go.id)

Jadi, Sumber daya Lahan adalah segala sesuatu yg bisa memberikan manfaat di lingkungan fisik dimana meliputi tanah, iklim, relief, hidrologi dan vegetasi dimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi potensi penggunaannya (termasuk didalamnya adalah akibat kegiatan-kegiatan manusia baik masa lalu maupun masa sekarang). misal; penebangan hutan, penggunaan lahan pertanian. .(www.petalahan.go.id)

Di bidang pertanian pengetahuan mengenai sumber daya lahan sangat dibutuhkan sekali. Mengingat dengan mengetahui sumber daya lahan yang dimiliki suatu wilayah maka kita dapat mengetahui potensi lahan. Dengan mengetahui potensi yang dimiliki maka kita dapat menetukan kebijakan mengenai pengembangan pertanian untuk kedepannya.Beranjak dari sinilah maka pemetaan mengenai sumber daya lahan suatu wilayah perlu dilakukan.

Pemetaan Sumber Daya Lahan

Pemetaan sumber daya lahan didefinisikan sebagai penggambaran dua dimensi suatu wilayah dengan skala dan aturan tertentu lengkap dengan karakteristik yang dimilkinya.Adapun karakteristik yang disajikan yaitu mengenai kemiringan lereng, curah hujan, tekstur tanah, kapasitas air tersedia, kedalaman efektif dan sebagainya.(www.petalahan.go.id)

Tujuan dari pemetaan adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca dalam bentuk gambar(Materi Ilmu ukur wilayah).Tidak terkecuali pemetaan sumber daya lahan.Tujuannya yaitu untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan sumber daya lahan di suatu wilayah tertentu dalam bentuk gambar.

Proses pembuatan peta lahan ini cukup rumit, karena kita harus melakukan survey secara langsung. Metode survey merupakan metode yang cukup baik untuk mendapatkan data yang valid.Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam kegiatan survey antara lain :

1. Measurement (Pengukuran)

2. Calculating (Perhitungan)

3. Drawing (Penggambaran)

Dalam Kegiatan survey inilah kita lakukan pencatatan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan karakteristik lahan tersebut. Secara umum karakteristik yang dicatat mulai dari kemiringannya, tekstur tanahnya, kemudian curah hujan diwilayah tersebut,kapasitas air yang tersedia,kedalaman efektif,dsb.Cara pengambilan data mengenai karakteristik tanah tersebut akan diuraikan di bawah ini.

Pengukuran kemiringan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar slope dan panjang slope yang dimiliki wilayah tersebut.Slope adalah perbandingan antara delta vertikal dan delta horizontal.Dengan data inilah maka kita nantinya akan mengetahui apakah wilayah tersebut dapat dijadikan sebagai lahan untuk budidaya pertanian atau tidak.Sebab secara tidak langsung data ini akan menggambarkan mengenai seberapa besar tingkat erosi yang akan terjadi apabila lahan ini kita buka. Kemudian apabila terpaksa dilakukan pembukaan lahan maka konservasi yang bagaimana yang mesti kita lakukan. Pengukuran kemiringan ini dapat menggunakan theodolit, dengan mengetahui beda tinggi wilayah tersebut maka tingkat kemiringan dapat kita tentukan.

Curah hujan adalah ukuran jumlah hujan per setuan waktu,biasanya dinyatakan dalam mm3/th(Lakitan, Benyamin :2005).Pengukuran curah hujan dilakukan dengan menggunakan alat ukur curah hujan yang berbentuk silinder dengan bagian atas terbuka(untuk menerima butiran air hujan yang jatuh)Alat ini dipasang di tempat yang terbuka, sehingga air hujan diterima langsung oleh alat iniBagian ats yang terbuka dipasang pada ketinggian 20 cm di atas permukaan tanah yang ditanami rumput agar terhindar dari percikan air dari permukaan tanah.Ketelitian alat ini mencapai 0,1 mm.Pembacaan alat dilakukan sekali sehari pada pukul 09.00 (pagi) (Lakitan, Benyamin :2005)

Agar lebih mudah maka kita bisa meminta data ini di stasiun klimatologi.Dengan data ini maka nantinya kita dapat menentukan jenis tanaman apa yang sesuai dengan lahan tersebut.Selain itu dengan data ini maka nantinya kita juga dapat memprediksikan besarnya laju erosi suatu lahan.

Data yang tidak kalah pentingnya adalah data mengenai tekstur tanah pada wilayah itu. Tekstur adalah perbandingan komposisi antara pasir, liat, dan debu (Ali Hanafiah,Kemas : 2005).Data ini diperoleh dengan cara mengambil sampel suatu tanah kemudian membawanya ke laboraturium. Metode tergampang adalah dengan menggunakan metode textur by feelling. Artinya kita cukup merasakannya dengan permukaan tangan dan menentukan teksturnya. Namun data yang diperoleh dengan metode ini kurang valid. Dan nantinya akan mempengaruhi kualitas kebenaran peta tersebut.

Dengan kata lain penentuan tekstur ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tanah. Tanah yang memiliki jenis tertentu dikelompokkan dalam kelas yang sama. Hal ini sangat penting artinya karena tanah-tanah dengan sifat yang berbeda memerlukan pengelolaan yang berbeda pula. Jadi dengan adanya pengelompokan tanah-tanah yang sama sifatnya akan lebih mudah dalam menyusun perencanaan pertanian konvensional yang dibutuhkan masing-masing jenis tanah atau satuan tersebut (www.petalahan.go.id)

Kapasitas air tersedia adalah kemampuan air yang ditahan tanah pada kondisi kapasitas lapang hingga koefisien layu (Ali Hanafiah, Kemas : 2005).Pengukuran kapasitas air tersedia ini dilakukan di labotarorium tanah.Dengan data ini maka kita bisa mengetahui berapa kapasitas air yang tersedia di lahan tersebut. Sehingga kita bisa menentukan berapa suplai air yang harus diberikan untuk tanaman.

Kedalaman efektif dapat diartikan sebagai besarnya kedalaman akar dalam melakukan penetrasi.(Ali Hanafiah, Kemas : 2005).Pengambilan data ini dilakukan secara langsung dengan mengukur rata-rata kedalan akar dalam berpenetrasi.Dengan data ini maka kita bisa memberikan informasi mengenai berapa besar kedalaman lapisan olah.Sehingga akan membantu kita dalam menentukan jenis tanaman dan teknik penanamannya.(www.petalahan.go.id)

Setelah semua data kita peroleh maka tahapan selanjutnya adalah melakukan perhitungan baik itu menyangkut luasan, besar slope, panjang slope,kemudian kontur,curah hujan, kedalaman efektif,kapasitas lapang,dsb.

Proses terakhir adalah drawing (penggambaran). Proses penggambaran peta mempunyai aturan tertentu, tidak sembarangan.Apabila penggambarannya salah maka informasi yang akan kita berikan kepada pembacapun akan salah.Yang pertama dilakukan adalah penentuan skala.

Skala adalah perbandingan ukuran di dalam peta dengan yang sebenarnya. Setelah skala ditentukan maka kita tinggal menggambarnya.Kemudian menambahkan informasi pada legenda.Informasi yang ditambahkan adalah mengenai karakteristik lahan tersebut.Semisal untuk setiap macam kelas tanah diberi warna tertentu agar pembaca lebih mudah memahaminya.Kemudian untuk wilayah yang memiliki curah hujan tertinggi diberikan tanda,dsb.(www.petalahan.go.id)

Apabila peta ini telah dihasilkan, maka kita dapat menentukan perencanaan pertanian secara konvensional yang disesuaikan dengan sumber daya lahan dan kapasitas lahan tersebut sehingga nantinya akan dihasilkan suatu pertanian yang berkesinambungan.

Daftar Pustaka

Ali Hanafiah, Kemas.2005.Dasar-dasar Ilmu Tanah.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Lakitan, Benyamin.2005.Klimatologi Dasar.Jakarta : Rajawali Pers

Materi Ilmu Ukur Wilayah

www.petalahan.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar